Skip to main content

Cinta Lebah

Ada sebuah kisah tentang seekor lebah, raja lebah, yang telah hidup bersama dengan ratu lebah membina kerajaan lebah. Namun, suatu ketika seekor kupu-kupu terbang melintas di balik jendela istana lebah. Seketika itu pula pikiran aneh melintas di benak raja lebah. Setiap hari kupu-kupu itu melintas. Setiap hari pula raja lebah bingung tentang apa yang dia pikirkan. Setiap hari, setiap hari, hingga suatu ketika dinding istana lebah itu hancur menyisakan ruang untuk kupu-kupu itu masuk. Akhirnya, raja lebah itu sadar bahwa ia telah jatuh cinta kepada kupu-kupu itu. Itulah pikiran aneh yang selama ini. Dia sadar cinta itu membawa perbedaan, dunia mereka berbeda, rentang umur mereka berbeda, dan faktanya raja lebah mati sebelum sempat mencintai. Cinta baginya adalah kerangka yang pasti dan tidak sebebas kupu-kupu yang terbang melintas di alam mimpinya.

Comments

Popular posts from this blog

Sepasang: Langit, dan Daun-Daun Abu-Abu

Cerita tentang bunga bernama Apetala yang jatuh cinta dengan seekor burung bernama Hummingbird. Si bunga adalah wanita pemalu, selalu memakai tudung yang tidak bercorak berwarna, hanya putih polos. Jika dia lewat di depanmu, tidak akan kau cium aroma apapun, hanya seperti angin lembut yang lewat di musim gugur. Tetapi wanita itu punya puisi-puisi, yang dia tulis di setiap urat-urat daunnya, puisi indah untuk seorang pengelana, sendiri. Terbang. Seperti pelangi. Dialah si burung, Hummingbird, yang terbang seperti pelangi, yang kepakan sayapnya anggun, seperti tarian gerimis yang membuat semua bunga. Jatuh. Cinta. Hummingbird, punya rahasia. Dia letih untuk selalu terbang, dan ingin rumah untuk kembali pulang. Rumah yang tidak dia ditemukan di langit. Mana pun. Rahasia lain, yang Hummingbird simpan: selalu ketika sore, terbang bersandar awan. Dia memandang daun Apetala. Membaca puisinya. Kata. Demi kata. Helai demi daun. [Mereka tinggal di taman] yang jauh dari kota, dekat dengan des...

Abu-abu dan Hijau; Pannikiang dan Mangrove (Sepotong Kisah Edutrip)

Mencoba untuk membuat introduksi yang menarik agar pembaca terkesan, namun apa daya hanya mampu   menulis ini: ketika peserta edutrip lainnya mencoba menulis berita, di sini saya hanya akan bercerita. Semua orang suka cerita. Ralat. Anak-anak suka cerita. Cerita ini tentang anak-anak yang melakukan perjalanan dari kota abu-abu menuju pulau hijau. Di setiap sudut jalan dia mendapati akan arti penting dari pulau hijau tersebut, tentang orang-orang ramah yang menempati pulau itu. Dan tentang pulau itu sendiri yang memiliki kehidupan, kenanga n dan masa depan. Hal itu membuat mereka berpikir untuk mengubah kota abu-abu dimana mereka tinggal menjadi kota-kota hijau dimana masa depan menjadi lebih penuh harapan.   Di pulau hijau, tempat dimana kau tinggal, maksudnya mangrove dengan segala fungsinya baik secara ekologis, fisik, maupun sosial dan dengan segala apa yang berada di dalam mangrove tersebut, kelelawar, ikan-ikan, para burung dan hewan-hewan bercangkang. Secara ekolo...

Lewat Tulisan

Hari ini mestilah lebih baik daripada hari kemarin. Itulah perubahan yang semestinya dilakukan. Perbaikan terus-menerus dan mengambil pelajaran di setiap hari hidup ini. Hidup kita, tanggung jawab kita, dan itu berada di tangan kita sendiri. Baik atau buruk adalah pilihan, dan konsekuensi menjadi beban kita pada akhirnya nanti. Memperbaiki hidup ataupun membangun perubahan itu dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan menulis. Tangkaplah hari-harimu dengan tulisan, jadikan ia sebagai pengingat akan kesalahan-kesalahanmu. Tulislah impian dan cita-citamu, jadikan ia sebagai motivasi untuk mewujudkannya menjadi kenyataan. Seseorang sebaiknya jangan terjatuh ke dalam lubang sama. Seseorang sebaiknya jangan menulis kesalahan yang sama dalam hidupnya. Berusahalah untuk itu, meski manusia tiada yang sempurna, meski khilaf masih menjadi sifat manusia. Namun, jadikanlah tulisan sebagai pengingatmu, jadikan tulisan sebagai nasehat untukmu. Jika engkau hari ini adalah...